Selamat Datang Sahabat, Semoga bermanfaat apa yang ada di sini....

Tuesday, March 18, 2014

Tak punya IDE!

Aku termenung melihat kursor yang berkedap-kedip di aplikasi Microsoft word yang tergambar didalam monitor, termenung tanpa memikirkan sesuatu mencoba merakit kata-kata yang indah namun tetap saja buntu.

Aku berfikir sejenak, bangkit dari tempat duduk dan segera menelurusi anak-anak tangga menuju dapur. Aku segera membuat kopi, aromanya menyegarkan pikiranku sejenak. Aku beranjak kembali ketempat ku tadi, duduk dan termenung kembali.

“Oh mungkin dengan musik ide ku akan keluar!” gunamku dalam hati untuk membahagiakan otak kanan kiri ku. “ Ada hati yang termanis dan penuh cinta, tentu saja kan ku balas seisi jiwa “ ternyata lagu KAHITNA, aku merasa tersindir oleh lagu itu. Bagaimana tidak, “aku jomblo! Bagaimana aku balas dengan seisi jiwa, yang bawa cinta kepadaku saja tidak ada.” Kembali aku matikan musiknya, aku masih memegang kendali disini.

Aduh mengapa seperti ini, perasaan bercampur aduk, galau tidak senang-pun tidak. Apa yang harus kulakukan  untuk mendapatkan ide untuk menulis Promt 43 dari salah satu group yang aku ikuti di Facebook. “ Hmmm kenapa tidak buka FB saja” pikirku “ mungkin aku akan dapat ide disana!”

Setelah proses login aku laksanakan dengan benar, maka masuklah aku dihalaman home FB. Kursor aku gerak-gerakan untuk melihat-lihat status teman-temanku, ini aku lakukan karena tidak mungkin aku check inbox, selalu kosong, kalaupun ada pasti promosi. Menyedihkan!.

Status Rohim Mardjuki “ Akhirnya bisa kampanye bareng si Yayang “ dilampirkanya sebuah foto, mereka sedang asik berdua, yang cowo pake peci berkaos merah, si cewe kaosnya merah juga dengan mimik mata setengah dipejam, mulut dimajukan sambil menunduk.

Status Kiply M Said “Puluhan siswa-siswi terlibat baku tembak di lapangan sebuah SMA. Mereka saling menyatakan cinta “ . Ah sementara aku disini sendiri termenung tak punya cinta. Gagal muda…

Status Dian M Saragih “gapapa deh kita beda kartu GSM,asal nantinya nama kita ada di KARTU Keluarga yang sama.” Lagi – lagi soal cinta. Apa ga ada yang lain dipikiranya.

Status Rizky Malkibul “Cintailah seorang wanita saja. Dua wanita terlalu banyak. Tapi tiga wanita lebih baik daripada tidak ada. “ Aku langsung klik Log out. End of story.

Azan maghrib membuyarkan lamunan dan kebuntuan ku, “ ada apa ini? “ gunamku dalam hati . Ah, sudahlah. Soal ide nanti pasti datang ketika inspirasi menjadi rangkaian kata-kata yang dapat ku tulis dengan indah. Soal Jomblo, itu pilihan ku! Aku memilih untuk mengurus mama yang kini hanya bisa terbaring ditempat tidur, tak bisa ku berikan pekerjaan itu kepada orang lain, mama ku telah mengurusku dengan segenap jiwa dan kasih sayang, “ Aku siap kehilangan masa remaja ku” ujarku pada papa waktu kami memutuskan yang terbaik untuk mama.


“ Mba, kerjakan yang lain saja. Biar aku yang menyuapi mama. Ujarku pada asiten rumah tanggaku yang setia. “ Mama, ayo makan yah ma, setelah ini kita Sholat bersama “ Aku berusaha memilih suara terlembut ku untuk mama ku. 

Life is not a bad of  a roses.

FND 

Tuesday, March 11, 2014

Plastik Hitam

Angin sepoi-sepoi dikala matahari masih genit memberikan intipan cahayanya. Burung-burung mulai berkicau berlompatan dengan riang gembira menanti sang fajar.
Aku termenung dibalik pintu, duduk menatap langit cerah yang mulai berubah warna seperti habis kelam.

Mataku berarah kepada suatu objek yang terbang diantara tiang listrik, benda itu seperti berkibar dan mengeluarkan suara gemericik, "plastik" aku yakin saat suara itu berbunyi kembali.

Meliuk-liuk, berkibaran dan melesat kesana kemari kala angin membawanya. Melambai-lambai dan kemudian jatuh dihadapanku. Aku berusaha bergegas mencari secarik kertas dan isolasi. Tidak ada yang membantu karena kini aku sendiri.

Setelah kembali aku duduk ditempat ku tadi, segara ku buat lipatan-lipatan sampai menyerupai bunga mawar putih. "Simbol kasih sayang nan suci" ujar ku dalam hati.

Plastik hitam tadi kutempelkan pada papan, lalu ku semai bunga kertas itu ditengahnya, senyum menyeringai pada wajahku "Lucu juga!"

Aku menyimpan dilemari putih yang kini sudah usang, "untuk anak ku tercinta, jika dia kembali nanti." Semenjak kelumpuhan kaki - ku, istriku berangsur bosan kepadaku lalu meninggalkan aku dalam kesendirian. 

Thursday, March 6, 2014

Kenangan.


Kutarik garis tengah antara luka dan bahagia, kupisahkan kedua nya dengan jarak-jarak yang tak bisa ku ukur dengan penggaris yang ku pinjam dari anak ku. 

Sesaat aku termenung dalam duka, namun sesaat kemudian aku tersenyum dalam tawa. Rasa takut mengalahkan keinginanku untuk bangkit. Aku tersenyum kembali. 

Aku mencoba untuk berjalan keluar dari ruang pengap dibelakangku, mencoba melihat bunga-bunga bermekaran, " Bunga Aster " aku mendengar suara lembut dibelakangku, segera aku menoleh namun tiada siapapun disitu.

Sudahlah, aku hanya ingin berkeliling ditaman ini, kuperhatikan dari jauh "hmmm binatang apa itu " dibalut dengan bulu-bulu putih yang lebat, seolah menyapaku dia melompat kesana kemari dengan riang. aku mencoba mengingat sesuatu.

Itu kelinci, aku teringat ketika membelikan kelinci untuk anak ku. Gadis kecil berambut ikal nan cantik dengan mata indah itu, terlihat senang. " Terima kasih papa" ujarnya sambil memeluk ku.

Kenangan indah, aku mencoba mengejar kelinci itu, sudah dekat, aku meloncat dan meluncur. Tiba-tiba kelinci itu hilang. Hanya batu batu besar melukai tangan dan jemariku. " Pak Kirto, mengapa setiap hari selalu melukai tangan bapak? ayo kita temui dokter. beliau sudah menunggu dari tadi" ujar seorang wanita paruh baya sambil menarik tanganku. aku hanya tersenyum. Kembali tersadar aku masih di RSJ.

Games