Hmmmm lelah sudah raga ini harus selalu hidup dengan larutan-larutan kimiawi yang terpadu melawan penyakit ku.
Bukan tanpa efek samping, tubuh ini menjadi berkeringat, nafas ini kian berat dan tulang-tulang serasa retak menjelajar kian menggerogoti saraf-sarafku.
Aku sudah lelah, kubiarkan sehari tubuhku lunglai tanpa obat itu, namun kau tak ada...................
Sekarang kau terbaring menangisi diriku dipelukan.
Ku ingin kau tau, obat terbaik adalah dirimu......
Friday, February 21, 2014
Terlambat……
Aku terus
berlari di lorong gelap ini, tak peduli semua rekan kerja ku memanggil ku…..
aku terus berlali.
Ini semua
karena meeting intern diujung petang yang tak kuduga…. Tiba-tiba bos memanggil
semua staff untuk duduk bersama membahas yang tadi pagi dibahas juga…… ach
lelah…..
Setelah selesai
aku langsung berlari, tidak sempat menggunakan lift, aku beralih ke tangga
darurat, 14 lantai aku bisa mempercepat tempo ku…. Sambil bergunam ku telusuri
anak-anak tangga….. Bau rokok….. “sial sudah ada larangan merokok dalam gedung,
mengapa masih dilanggar, Sontoloyo” tambah lagi kegunamanku…. Arghhhhh kesal
aku hari ini…..
Tibalah
diujung jalan, kulihat kekanan dan kekiri, ternyata dia sudah ada disebrang
jalan, berjalan angkuh tak memperdulikan aku sama sekali……….
Aku
berusaha teriak sekuat tenaga…….. “MAS BEJOOOOOOO, BAKSOOOOOOOOO” dengan
hentakan tangan aku berusaha menguatkan suaraku….
Yang
kupanggil menjawab….” Haaabisssss masssss, Alhamdulilah……”
(FND)
FF: Diujung kematian....
Aku haus..... kurasakan bibir ini menggerutu
"Sekarang pada siapa kamu meminta minum" suaranya menggelegar seperti dentuman paku alam.
"mungkin kamu mempunyai sedikit air untuk dahagaku..." aku berusaha menjawab meski sakit dan kering tenggorokanku.
Sosok tinggi hitam tak jelas kulihat wajahnya hanya tertawa dan berkata " aku hanya memiliki timah panas dan bara api untuk mu "
Aku berusaha bangkit..... Namun........... achhhh semua terlambat....
(FND)
Subscribe to:
Posts (Atom)
